Nama : Bella Apriana
Kelas : 3PA19
Npm : 12514101
Pendahuluan
Komunikasi
dalam bahasa Ingris adalah communication, berasal dari kata commonicatio atau
dari kata comunis yang berarti “sama”
atau “sama maknanya” dengan kata lain komunikasi memberi pengertian bersama
dengan maksud mengubah pikiran, sikap, perilaku, penerima dan melakukan yang diinginkan
oleh komunikator.Sebagai makhluk sosial, setiap manusia senantiasa berinteraksi
dengan manusia lainnya, bahkan cenderung hidup berkelompok atau berorganisasi
untuk mencapai tujuan bersama yang tidak mungkin dicapai bila ia sendiri.
Interaksi dan kerja sama ini akan terus berkembang dengan teratur sehingga
membentuk wadah yang disebut dengan organisasi. Interaksi atau hubungan antar
individu-individu dan kelompok/tim dalam setiap organisasi akan memunculkan
harapan-harapan. Harapan ini kemudian akan menimbulkan peranan-peranan tertentu
yang harus diemban oleh masing-masing individu untuk mewujudkan visi, misi, dan
tujuan organisasi/kelompok. Sebuah organisasi memang dibentuk sebagai wadah
yang didalamnya berkumpul sejumlah orang yang menjalankan serangkaian aktivitas
tertentu secara teratur guna tercapainya tujuan yang telah disepakati bersama.
Terlebih dalam kehidupan masyarakat modern, manusia merasa bahwa selain
mengatur dirinya sendiri, ia juga perlu mengatur lingkungannya, memelihara
ketertiban, mengelola dan mengontrolnya lewat serangkaian aktifitas yang kita
kenal dengan manajemen dan organisasi. William (1956) menyebutnya dengan
istilah “The Organisation Man”.
Teori teori
Secara
umum komunikasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian, disesuaikan dengan
kebutuhan manusia dalam berinteraksi, di antaranya komunikasi antar pribadi,
komunikasi antar kelompok, komunikasi politik, komunikasi massa, komunikasi
organisasi dan lain sebagainya.
Berdasarkan metode penjelasan serta cakupan
objek pengamatannya, Littlejohn membagi teori-teori komunikasi dalam dua
kelompok. Pertama disebut “teori-teori umum” (general theories), dan kedua
adalah “teori-teori kontekstual” (contextual theories).
Teori-teori
umum dalam komunikasi diklasifikasikan ke dalam empat bagian:
1) teori
fungsional dan struktural,
2)
teori-teori “behavioral” dan “cognitive”
3)
teori-teori konvensional dan interaksional
4)
teori-teori kritis dan interpretif.
Sementara
itu, kelompok teori-teori kontekstual terdiri dari teori-teori tentang:
1)
komunikasi antar pribadi
2)
komunikasi kelompok
3)
komunikasi organisasi
4)
komunikasi massa.
Komunikasi
antar pribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antar perorangan
dan bersifat pribadi, baik terjadi secara langsung (tanpa medium) atau tidak
langsung (melalui medium). Komunikasi kelompok (group communication)
menfokuskan pembahasannya pada interaksi diantara orang-orang dalam kelompok
kecil. Sedangkan komunikasi organisasi
(organizational communication) menunjuk pada pola dan bentuk komunikasi
yang terjadi dalam konteks dan jaringan organisasi. Komunikasi organisasi melibatkan
bentuk-bentuk komunikasi formal dan informal serta bentuk bentuk komunikasi
pribadi dan kelompok. Sementara komunikasi massa (mass communication) adalah
komuniksi melalui media massa yang ditujukan kepada halayak besar. Proses
komunikasi massa melibatkan aspek-aspek komunikasi intra pribadi, komunikasi
antar pribadi, komunikasi kelompok dan komunikasi organisasi.
Dari
berbagai teori komunikasi tersebut yang sering di gunakan dalam proses belajar
mengajar adalah teori komunikasi antar pribadi dan kelompok. Guru dapat
menyiasati dan menggunakan berbagai kesempatan untuk berkomunikasi dengan siswa
melalui situasi dan kondisi yang memungkinkan. Baik penggunaan komunikasi antar
personal maupun kelompok.
Menurut
De Vito (1997), jaringan komunikasi adalah saluran yang digunakan untuk
meneruskan pesan dari satu orang ke orang lain dalam organisasi. Jaringan
organisasi ini berbeda besar dan strukturnya pada masing-masing organisasi, dan
biasanya disesuaikan dengan kepentingan dan tujuan organisasi tersebut. Secara
umum jaringan komunikasi dapat dibedakan atas dua bagian yaitu: 1) jaringan
komunikasi Formal dan 2) jaringan komunikasi Informal. Dengan kata lain
hubungan yang terjadi dalam organisasi dapat terjadi secara formal dan
informal.
1)
Komunikasi formal
komunikasi yang terjadi diantara para anggota
organisasi yang secara tegas telah direncanakan dan ditentukan dalam struktur
organisasi formal. Komunikasi formal ini mencakup susunan tingkah laku
organisasi, pembagian departemen atau tanggung jawab tertentu, posisi jabatan,
dan distribusi pekerjaan. Ada tiga bentuk arus komunikasi dalam jaringan
komunikasi formal seperti yang tertera dalam struktur yakni:
a. Downward communication (komunikasi ke bawah)
menunjukkan
arus pesan yang mengalir dari atas ke bawah. Komunikasi ke bawah biasanya
diberikan oleh pimpinan kepada bawahan atau kepada para anggota organisasi
dengan tujuan untuk memberikan pengertian mengenai apa yang harus dikerjakan
oleh para anggota sesuai dengan kedudukannya.
b. Upward communication (komunikasi ke atas)
pesan
yang disampaikan oleh para anggota organisasi/ bawahan kepada pimpinan.
Komunikasi ini dimaksudkan untuk memberikan masukan, saran atau bahan-bahan
yang diperlukan oleh pimpinan agar pimpinan dapat melaksanakan fungsi dengan
sebaik-baiknya.
c. Horizontal communication (komunikasi
horizontal).
Pesan
yang terjadi diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan sederajat atau satu
level. disampaikan biasanya berhubungan dengan tugas-tugas, tujuan kemanusiaan,
saling memberi informasi, penyelesaian konflik, dan koordinasi.
2)
Komunikasi Informal
komunikasi
yang terjadi diantara para anggota organisasi atas dasar kehendak pribadi,
tanpa memperhatikan posisi/kedudukan mereka dalam organisasi. Informasi dalam
komunikasi informal ini mengalir ke atas, ke bawah, atau secara horizontal, dan
ini terjadi jika komunikasi formal kurang memuaskan anggota akan informasi yang
diperlukan. Komunikasi informal disebut juga dengan grapevine (desas desus)
cenderung berisi laporan rahasia mengenai orang, atau kejadianke jadian di luar
dari arus informasi yang mengalir secara resmi. Namun walaupun informasinya
bersifat informal, grapevine ini bermanfaat bagi organisasi. Bagi pimpinan
grapevine dapat menjadi masukan tentang perasaan karyawannya, sedangkan bagi
sesama karyawan komunikasi informal ini bisa menjadi saluran emosi mereka. Agar
komunikasi berjalan efektif maka diperlukan jaringan komunikasi (network) baik yang bersifat formal maupun
informal.
Kasus
1. Komunikasi
1 arah dimana ada aktivitas komunikasi seperti penyiar berita yang membawakan
informasi dengan cara menyiarkan di tv itu adalah salah satu komunikasi 1 arah
karena tidak ada komunikasi timbal balik, berbeda dengan komunikasi 2 arah
dimana terjadi nya komunikasi timbal balik seperti orang berbicara tatap muka,
orang pembawa informasi yang langsung di tanggapi pada saat itu juga.
2.
komunikasi dalam organisasi ada formal dan informal , formal dalam organisasi
lebih fleksibel dari pada informal. Informal mengalir dari atas ke bawah jadi
hanya dari pemimpin mengalir ke bawahan .
Analisis
1. Menurut
saya komunikasi 1 arah lebih mudah untuk berbagi informasi dengan cepat, akan
tetapi kelemahan dalam komunikasi 1 arah adalah dapat menimbulkan kesalah
pahaman dalam memahami informasi yang di dapat, kalau komunikasi 2 arah lebih
aman dan tidak akan ada kesalah pahaman terhadap informasi yng di dapat karena
kita bisa berinteraksi kepada komunikator kelemahan dalam komunikasi 2 arah
adalah informasi lebih lambat untuk di dapat dan kurang nya efesien.
2.
Menurut saya komunikasi dalam organisasi penting karena untuk melancarkan
hubungan dalam organisasi. Dalam organisasi sangat amat penting menurut saya
adalah komunikasi yang formal karena fleksibel bawahan dapat memberi masukan ke
atasan dan atasan juga bisa memberikan masukan ke bawahan. Sedangkan kalau
informal lebih membuat emosi bawahan karena tidak dapat memberika masukan ke
atasan.
Referensi
Sendjaja,
Teori Komunikasi, (Jakarta: Universitas Terbuka, 1994)
Jurnal
Harmoni Sosial, Januari 2008, Volume II, No. 2
Richard
M.Streers.1985. Efektivitas Organisasi. Jakarta: Erlangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar