Sabtu, 01 Oktober 2016

Tugas M2 ( Komunikasi )


Nama : Bella Apriana
Kelas : 3PA19
Npm  : 12514101


Pendahuluan
Komunikasi dalam bahasa Ingris adalah communication, berasal dari kata commonicatio atau dari kata  comunis yang berarti “sama” atau “sama maknanya” dengan kata lain komunikasi memberi pengertian bersama dengan maksud mengubah pikiran, sikap, perilaku, penerima dan melakukan yang diinginkan oleh komunikator.Sebagai makhluk sosial, setiap manusia senantiasa berinteraksi dengan manusia lainnya, bahkan cenderung hidup berkelompok atau berorganisasi untuk mencapai tujuan bersama yang tidak mungkin dicapai bila ia sendiri. Interaksi dan kerja sama ini akan terus berkembang dengan teratur sehingga membentuk wadah yang disebut dengan organisasi. Interaksi atau hubungan antar individu-individu dan kelompok/tim dalam setiap organisasi akan memunculkan harapan-harapan. Harapan ini kemudian akan menimbulkan peranan-peranan tertentu yang harus diemban oleh masing-masing individu untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan organisasi/kelompok. Sebuah organisasi memang dibentuk sebagai wadah yang didalamnya berkumpul sejumlah orang yang menjalankan serangkaian aktivitas tertentu secara teratur guna tercapainya tujuan yang telah disepakati bersama. Terlebih dalam kehidupan masyarakat modern, manusia merasa bahwa selain mengatur dirinya sendiri, ia juga perlu mengatur lingkungannya, memelihara ketertiban, mengelola dan mengontrolnya lewat serangkaian aktifitas yang kita kenal dengan manajemen dan organisasi. William (1956) menyebutnya dengan istilah “The Organisation Man”.

Teori teori
Secara umum komunikasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian, disesuaikan dengan kebutuhan manusia dalam berinteraksi, di antaranya komunikasi antar pribadi, komunikasi antar kelompok, komunikasi politik, komunikasi massa, komunikasi organisasi dan lain sebagainya.
Berdasarkan metode penjelasan serta cakupan objek pengamatannya, Littlejohn membagi teori-teori komunikasi dalam dua kelompok. Pertama disebut “teori-teori umum” (general theories), dan kedua adalah “teori-teori kontekstual” (contextual theories).

Teori-teori umum dalam komunikasi diklasifikasikan ke dalam empat bagian:
1) teori fungsional dan struktural,
2) teori-teori “behavioral” dan “cognitive”
3) teori-teori konvensional dan interaksional
4) teori-teori kritis dan interpretif.

Sementara itu, kelompok teori-teori kontekstual terdiri dari teori-teori tentang:
1) komunikasi antar pribadi
2) komunikasi kelompok
3) komunikasi organisasi
4) komunikasi massa.

Komunikasi antar pribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antar perorangan dan bersifat pribadi, baik terjadi secara langsung (tanpa medium) atau tidak langsung (melalui medium). Komunikasi kelompok (group communication) menfokuskan pembahasannya pada interaksi diantara orang-orang dalam kelompok kecil. Sedangkan komunikasi organisasi  (organizational communication) menunjuk pada pola dan bentuk komunikasi yang terjadi dalam konteks dan jaringan organisasi. Komunikasi organisasi melibatkan bentuk-bentuk komunikasi formal dan informal serta bentuk bentuk komunikasi pribadi dan kelompok. Sementara komunikasi massa (mass communication) adalah komuniksi melalui media massa yang ditujukan kepada halayak besar. Proses komunikasi massa melibatkan aspek-aspek komunikasi intra pribadi, komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok dan komunikasi organisasi.

Dari berbagai teori komunikasi tersebut yang sering di gunakan dalam proses belajar mengajar adalah teori komunikasi antar pribadi dan kelompok. Guru dapat menyiasati dan menggunakan berbagai kesempatan untuk berkomunikasi dengan siswa melalui situasi dan kondisi yang memungkinkan. Baik penggunaan komunikasi antar personal maupun kelompok.

Menurut De Vito (1997), jaringan komunikasi adalah saluran yang digunakan untuk meneruskan pesan dari satu orang ke orang lain dalam organisasi. Jaringan organisasi ini berbeda besar dan strukturnya pada masing-masing organisasi, dan biasanya disesuaikan dengan kepentingan dan tujuan organisasi tersebut. Secara umum jaringan komunikasi dapat dibedakan atas dua bagian yaitu: 1) jaringan komunikasi Formal dan 2) jaringan komunikasi Informal. Dengan kata lain hubungan yang terjadi dalam organisasi dapat terjadi secara formal dan informal. 

1) Komunikasi formal
 komunikasi yang terjadi diantara para anggota organisasi yang secara tegas telah direncanakan dan ditentukan dalam struktur organisasi formal. Komunikasi formal ini mencakup susunan tingkah laku organisasi, pembagian departemen atau tanggung jawab tertentu, posisi jabatan, dan distribusi pekerjaan. Ada tiga bentuk arus komunikasi dalam jaringan komunikasi formal seperti yang tertera dalam struktur yakni:

a.  Downward communication (komunikasi ke bawah)
menunjukkan arus pesan yang mengalir dari atas ke bawah. Komunikasi ke bawah biasanya diberikan oleh pimpinan kepada bawahan atau kepada para anggota organisasi dengan tujuan untuk memberikan pengertian mengenai apa yang harus dikerjakan oleh para anggota sesuai dengan kedudukannya.

b.  Upward communication (komunikasi ke atas)
pesan yang disampaikan oleh para anggota organisasi/ bawahan kepada pimpinan. Komunikasi ini dimaksudkan untuk memberikan masukan, saran atau bahan-bahan yang diperlukan oleh pimpinan agar pimpinan dapat melaksanakan fungsi dengan sebaik-baiknya.

c.  Horizontal communication (komunikasi horizontal).
Pesan yang terjadi diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan sederajat atau satu level. disampaikan biasanya berhubungan dengan tugas-tugas, tujuan kemanusiaan, saling memberi informasi, penyelesaian konflik, dan koordinasi.

2) Komunikasi Informal
komunikasi yang terjadi diantara para anggota organisasi atas dasar kehendak pribadi, tanpa memperhatikan posisi/kedudukan mereka dalam organisasi. Informasi dalam komunikasi informal ini mengalir ke atas, ke bawah, atau secara horizontal, dan ini terjadi jika komunikasi formal kurang memuaskan anggota akan informasi yang diperlukan. Komunikasi informal disebut juga dengan grapevine (desas desus) cenderung berisi laporan rahasia mengenai orang, atau kejadianke jadian di luar dari arus informasi yang mengalir secara resmi. Namun walaupun informasinya bersifat informal, grapevine ini bermanfaat bagi organisasi. Bagi pimpinan grapevine dapat menjadi masukan tentang perasaan karyawannya, sedangkan bagi sesama karyawan komunikasi informal ini bisa menjadi saluran emosi mereka. Agar komunikasi berjalan efektif maka diperlukan jaringan komunikasi  (network) baik yang bersifat formal maupun informal.

Kasus
1. Komunikasi 1 arah dimana ada aktivitas komunikasi seperti penyiar berita yang membawakan informasi dengan cara menyiarkan di tv itu adalah salah satu komunikasi 1 arah karena tidak ada komunikasi timbal balik, berbeda dengan komunikasi 2 arah dimana terjadi nya komunikasi timbal balik seperti orang berbicara tatap muka, orang pembawa informasi yang langsung di tanggapi pada saat itu juga.
2. komunikasi dalam organisasi ada formal dan informal , formal dalam organisasi lebih fleksibel dari pada informal. Informal mengalir dari atas ke bawah jadi hanya dari pemimpin mengalir ke bawahan .
Analisis
1. Menurut saya komunikasi 1 arah lebih mudah untuk berbagi informasi dengan cepat, akan tetapi kelemahan dalam komunikasi 1 arah adalah dapat menimbulkan kesalah pahaman dalam memahami informasi yang di dapat, kalau komunikasi 2 arah lebih aman dan tidak akan ada kesalah pahaman terhadap informasi yng di dapat karena kita bisa berinteraksi kepada komunikator kelemahan dalam komunikasi 2 arah adalah informasi lebih lambat untuk di dapat dan kurang nya efesien.
2. Menurut saya komunikasi dalam organisasi penting karena untuk melancarkan hubungan dalam organisasi. Dalam organisasi sangat amat penting menurut saya adalah komunikasi yang formal karena fleksibel bawahan dapat memberi masukan ke atasan dan atasan juga bisa memberikan masukan ke bawahan. Sedangkan kalau informal lebih membuat emosi bawahan karena tidak dapat memberika masukan ke atasan.

Referensi
Sendjaja, Teori Komunikasi, (Jakarta: Universitas Terbuka, 1994)
Jurnal Harmoni Sosial, Januari 2008, Volume II, No. 2

Richard M.Streers.1985. Efektivitas Organisasi. Jakarta: Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar